Malam

Gindaga
0

Malam ini daun-daun basah dengan rintik hujan

Aspal dan trotoar jalanan sepi dari derap kaki

Malam semakin larut dalam keheningan yang kental

Dzikir dan pujian terus menggema dari balik jendala

Sejumlah petani mulai ketir
hatinya gundah diselimuti petang malam

Hati ini juga mulai getir dan basah akan kenangan

Kenangan yang akan membawa pada petaka

Malam ini benar benar basah akan kenangan

Hanya segelas kopi dan sebatang rokok yang sesakali menghapus tentang wajahmu

Namun perlahan akan datang kembali menciptakan petaka kecil di dada

Dan aku harus menikmatinya dicampur kopi dan asap rokok.

Sumenep, 18/7/2017


Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default