Perempuan Pemanggul Pantai

Gindaga
0



   -Handayani

olle ollang paraona alajere

sekedar untuk menyanyikan lagu-lagu sumbang yang terdengar antara lengking angin dan debur ombak.
Sambil membacakan doa warisan tetua mengiringi laju sampan selepas dari pantai

malam tak lepas dari suara pertikaian angin laut pantai
dadanya menumpuk kecemasan dan siluet laut

akan kembali pada sore lagi untuk menanyakan kabar pada angin tentang sampan pajengan menepi pada pantai dadanya
berbunga campur kecemasan
sekedar untuk mengetahui kabar laut.

Longos, 14.09.2013.

*Puisi dimuat di Majalah Sastra dan Budaya Bong-Ngang Edisi 4 januari 2014


Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default