An, Mengulang Tahunmu

Gindaga
0

Bulir tepung menyirami tubuhmu, An

Pun air yang hanya dua botol

Tak luput membasah dari ujung kepala sampai kakimu

Tawa ringan berseleweran melihat muka dan tubuhmu dibalut tepung



Tak ada maksudku bebuat jahat padamu

Sehingga kau berlalu dengan tubuh basah

Seperti gorengan pisang dicampur madu

Lalu bibirmu manyun

Yang entah menandakan kegelisahan

Atau sebuah pertanda bunga



Ide itu tumbuh di jalanan an,

Aku membayangkan kau basah kuyup serupa tahun lalu

Di sebuah warung dimana kita saling mengumbar tawa

Lagi lagi kau manyun serupa siang tadi

Namun aroma telor tidak tercium kan an



Ingat loo yaaa, aku tak sejahat tahun lalu

Dimana kau merajuk pada saat itu karena pipimu yang merona tak tampak lagi

Karena  dibungkus tepung, tomat dan air seadanya



Namun aku saja yang membuat tubuhmu yang basah kuyup

Kau masih ingat kan

Seorang ibu yang membawa sebungkus pelastik hitam

Dan satu pria dengan wajah berbinar

Karena membayangkan kau akan manyun dan merajuk


Tapi An,

Tetaplah matamu memandang ke depan

Banyak duri  yang akan merintangi jalanmu

Jangan pelototi orang yang membasahi tubuhmu

Dan kakimu jangan terhenti oleh kericil yang tajam.

Sumenep, 9 /9/2017
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default