Perihal Kebenaran

Gindaga
0

:Ke mariya

kau begitu paham prihal kebenaran, hingga setiap ada yang berlumpur dimatamu selalu menjadi hakim, kearah mana ia harus dihempaskan

barangkali kau gemar menjadi kontrol pada setiap kelilingmu
pun menjadi pahlawan pada persoalan-persoalan

kau juga lebih melihat apa yang terjadi saat orng-orang tidak melihatnya sebagai lumpur

namun itu hanya sebatas apa yang ada di depanmu saja

di bahumu, belakangmu, atas kepalamu, ada banyak sesuatu yang harus kau lihat. Sekedar tau apa itu kotoran anjing atau debu yang membeku karna dinginnya musim penghujan

pun kau harus pandai melihatnya. Lebih pandai dari saat kau menjadi hakim atas lumpur-lumpur yang kau lihat pada tubuh orang lain.


Longos, 8/2/2014.

*Puisi ini dimuat di Banjarmasih Post 24 Agustus 2014.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default