:Ke
mariya
kau begitu paham prihal kebenaran, hingga
setiap ada yang berlumpur dimatamu selalu menjadi hakim, kearah mana ia harus
dihempaskan
barangkali kau gemar menjadi kontrol pada
setiap kelilingmu
pun menjadi pahlawan pada persoalan-persoalan
kau juga lebih melihat apa yang terjadi
saat orng-orang tidak melihatnya sebagai lumpur
namun itu hanya sebatas apa yang ada di
depanmu saja
di bahumu, belakangmu, atas kepalamu, ada
banyak sesuatu yang harus kau lihat. Sekedar tau apa itu kotoran anjing atau
debu yang membeku karna dinginnya musim penghujan
pun kau harus pandai melihatnya. Lebih
pandai dari saat kau menjadi hakim atas lumpur-lumpur yang kau lihat pada tubuh
orang lain.
Longos, 8/2/2014.
*Puisi ini dimuat di Banjarmasih Post 24 Agustus 2014.
*Puisi ini dimuat di Banjarmasih Post 24 Agustus 2014.
