Merah Puti Kita Tercemar

Gindaga
0

Merah penuturan sebuah darah yang mendidih antara lengking doa dan tangis
sebagaimana wajah orang-orang yang menahan geram pada orang yang selalu melepas tangan ketika ada keberatan karna ulahnya

Putih adalah lambang keputihan orang-orang yang terima atas penghianatan dan pencabulan oleh orang kuasa padanya
atau barangkali putih adalah sebuah harga suci yang di tanam beberapa abad yang lalu oleh tetua
kali ini dinodahi

Sebuah peta mengatakan bahwa merah putih adalah sabang sampai merauke

Namun peta itu kali ini menjadi tidak tepat. Karna sebagian darinya ada sesuatu yang tak pernah di pikirkan atau bahkan sudah terlupakan

Sebuah petakan tanah yang mengeluarkan tumpukan lumpur.
Iya, tanah itu sudah dilupakan oleh pemiliknya

Ada banyak air mata yang mengalir bercampur lumpur berhawa panas itu
pun tiap alirannya selalu berbunyi seperti isak yang mendayu-dayu

Kalau melihatnya dengan jauh seperti ada sekelompok orang yang berteriak-teriak mengacungkan tangannya meminta tolong
namun tak ada yang menghampiri kecuali hanya suara segukan

Merah putih kita saat ini menjadi ternoda. Ternoda oleh otak kotor para penguasa. Ternoda oleh kelamin peminpin kita yang tak kunjung hidup. Kecuali memilih menjadi pengecut di negri Sendiri

barangkali itu adalah pilihan yang paling tepat ketimbang menjadi orang yang bertanggung jawab namun akan menenggelamkan

"Merah putih kita ternoda oleh lumpur-lumpur itu!" teriak anak muda sambil menunjuk hamparan lumpur yang di sulam oleh seseorang yang selalu menyeru-nyerukan kesejahtraan di televisi.


Longos, 8-3-2014

*Puisi dimuat di antologi bersama untuk 8 tahun lumpur lapindo juni 2014


Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default