Percakapan Gunung Dan Air

Gindaga
0


Bermula dari percakapan-percakapan kecil
Yang melahirkan banyak air mata dan jerit
Tawa-tawa terganti menjadi riak gelombang yang meriuhkan
Tiba-tiba sekerumun air datang mengacungkan tangannya
Menghantam sisa-sisa percumbuhan penghuninya

“Kami hadir untuk membasuh permukaan bumi. Sebab bumi semakin kotor”
Tatapan matanya nanar menghanyutkan kesedihan yang mendalam

Sementara penghuninya tetap melahap semua yang ada
Memainkan, menipu, menjelma penjahat
Gunung-gunung juga merasa harus bercakap saat ini

“Dan kami datang atas nama penghianatan.
Otak-otak penghuni akan kami ganti dengan debu-debu yang meluap
Dan darahnya adalah larfa yang melelah dari moncong kami”

Tak ada suara lagi yang terdengar, semua sepi

Sumenep. 08-11-2014

*Juara 3 dalam lomba menulis puisi dengan tema kesehatan dan bencana KSR-PMI Politeknik Negeri Padang November 2014
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default